Seni Tari

Tari Sirih Kuning

Foto: google.com

Tari Sirih Kuning adalah tarian asal Betawi. Biasanya ditampilkan bersama alunan musik gambang kromong.

Tari Sirih Kuning digunakan untuk mengiringi pengantin Betawi saat memasuki proses penyerahan Sirih Dare oleh mempelai laki-laki kepada pengantin perempuan.

Dalam situs Encyclopedia Jakarta, dituliskan bahwa tari sirih kuning merupakan pengembangan dari tari cokek, yakni tari pergaulan yang sudah berkembang sejak zaman Belanda.

Kala itu, tari cokek sangat populer di kalangan masyarakat Tionghoa yang bermukim di kawasan pinggiran Betawi.

Seiring berjalannya waktu, tarian ini tidak mesti dilakukan berpasangan, boleh dengan sekelompok penari perempuan, hingga akhirnya disebut Tari Sirih Kuning.

Kini Tari Sirih Kuning bisa dibawakan secara berkelompok maupun perseorangan. Tarian ini juga dapat ditampilkan oleh anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa, baik pria maupun perempuan.

Adapun gerakan dasar tari sirih kuning melibatkan gerak kepala, tangan, kaki, dan badan.

Sumber: Diolah dari berbagai sumber.

Bujaka - Aplikasi Budaya Jakarta

DINAS KEBUDAYAAN PROVINSI DKI JAKARTA
Jalan Gatot Subroto Kav. 40-41 Lt. 11 dan 12
Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi
Jakarta Selatan
DKI Jakarta, 12950
(021) 252-3164
dinaskebudayaandki@gmail.com