Museum Bahari Jakarta Terbitkan Majalah Digital

Cover Majalah Digital Museum Bahari

Jakarta - Sobat Budaya, Museum Bahari Jakarta telah menerbitkan majalah digital pada Rabu, 1 Juni 2022. Terbitan perdana itu diharapkan mampu menyebarluaskan informasi kepada khayalak luas dan yang mudah dibaca oleh masyarakat.

Majalah digital perdana itu diberi judul, 'Museum Bahari : E-Newsletter Untuk Sobat Bahari'. E-newsletter itu terbit dalam dua bahasa yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Harapannya agar, masyarakat luas dapat mengetahui beragam sajian informasi mengenai Museum Bahari. Majalah digital itu mengabarkan informasi seputar Museum Bahari, bangunan dan koleksi, program publik yang telah terlaksana, acara akan datang, kerja sama dengan berbagai instansi, kilas berita, pojok informasi, dan tokoh bahari.

Kepala Unit Pengelola (UP) Museum Kebaharian Jakarta, Berkah Shadaya menyebutkan, pembuatan e-newsletter ini dilatari oleh banyaknya informasi dan materi publikasi Museum Bahari yang perlu diberikan secara komprehensif bagi pengunjung maupun berbagai instansi.

"Diharapkan e-newsletter yang dibuat secara triwulan ini dapat memberikan informasi komprehensif seputar Museum Bahari," harap Berkah, Rabu, 1 Juni 2022.

Ia melanjutkan, terobosan ini menjadi penting dengan mengoptimalkan pendayagunaan media teknologi berbasis digital yang jangkauannya sangat luas. Terkait hal itu, Berkah menjelaskan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap masukan dan kritik yang konstruktif untuk memperkuat pesan dan muatan informasi berbasis digital.

"Oleh karena itu, kami sangat terbuka atas kritik, saran dan masukan yang membangun," sambungnya.

Melalui e-newsletter ini, pihaknya berharap dapat meningkatkan pengetahuan seputar kebaharian yang tidak hanya pada generasi saat ini tetapi juga di masa yang akan datang.

"Dan tentunya memotivasi kami untuk terus mengembangkan ide dan karya dalam peningkatan kualitas penyajian informasi museum bagi masyarakat," tandasnya.

Sumber: beritajakarta.id


QUOTES

“Manusia tanpa cita-cita adalah mati. Cita-cita tanpa kerja adalah mimpi. Idaman yang menjadi andalan adalah kebahagiaan.”
- Ali Sadikin -
Gubernur DKI Jakarta 1966 - 1977
“Emang rejeki kagak kemane, tapi kalo lo gak kemane-mane mana mau dapet rejeki.”
- H. Benyamin Sueb -
Seniman Betawi