Pengelola Museum Kebaharian dan UPH, Gelar Pameran Wading Through Bahari

Name
Jakarta - Unit Pengelola (UP) Museum Kebaharian Jakarta berkolaborasi dengan Tim Desain Interior Universitas Harapan Pelita (UPH), menggelar pameran Wading Through Bahari. Kepala UP Museum Kebaharian, Berkah Shadaya menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan untuk mendayung kembali petualangan kekayaan peradaban nusantara melalui konsep perancangan interior Museum Kebaharian Jakarta. 
 
Ia berharap kolaborasi itu dapat menjadi masukan berharga untuk merencakan perubahan desain interior di museum kebaharian. 
"Kita berharap hasil kolaborasi ini, rancangan desain tata ruang interior mahasiswa ini, Museum Bahari bisa bersaing dengan museum modern lainnya dan menjadi kebanggaan DKI Jakarta," harap Berkah Shadaya, Sabtu, 23 April 2022. 

Sementara itu, Dekan Fakultas Desain UPH, Martin Luqman Katoppo menjelaskan, rancangan desain tata ruang museum kebaharian ini merupakan hasil karya 12 mahasiswa UPH. Menurutnya,  dipilihnya museum kebaharian ini lantaran nilai kesejarahan yang begitu panjang dan menyatu dengan sejarah kejayaan di nusantara. Itu sebabnya, pihaknya berniat untuk memberikan masukan terkait interior yang membawa nuansa tersebut bagi para pengunjung. 

"Ini juga merupakan tantangan baru untuk para mahasiswa. Semoga pameran desain ini bisa direspon baik  masyarakat dan nantinya akan menjadi kemajuan untuk museum ini," tuturnya. 

Punto (62), salah satu pengunjung museum menilai, pameran desain interior museum ini sangat luar biasa. Diharapkan rancangan ini bisa segera dilaksanakan karena masyarakat sudah ingin perubahan interior Museum Bahari

"Ini menunjukan partisipasi  mahasiswa untuk membantu mengembangkan museum," tandasnya.

Sobat Budaya, pameran ini berlangsung mulai 23 April hingga 31 Mei mendatang di Museum Bahari, Penjaringan, Jakarta Utara dengan menampilkan kurang lebih 40 karya desain. Nah, bagi kalian yang penasaran serta tertarik dengan dunia kebaharian, museum ini layak untuk menjadi destinasi wisata bersejarah. Lokasinya berada di Jalan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara dan berseberangan dengan Pelabuhan Sunda Kelapa. 

Di masa kolonalisme Belanda, bangunan itu difungsikan sebagai gudang logistik untuk menympan dan mengepak hasil bumi di nusantara sebagai komoditas utama yang diperlukan bangsa Eropa. Pada masa pendudukan Jepang, bangunan itu berfungsi sebagai penyimpanan logistik militer tentara Dai Nippon. Setelah Indonesia merdeka, bangunan itu sempat dipakai oleh PT PLN untuk gudang. Hingga pada tahun 1976 bangunan cagar budaya itu dipugar kembali dan pada 7 Juli 1977 secara resmi ditetapkan sebagai Museum Bahari.

Di museum ini tersimpan koleksi kebaharian dan keragaman nelayan di nusantara, dari Sabang hingga Merauke. Museum ini adalah salah satu dari delapan museum yang berada di bawah pengawasan oleh Dinas Kebudayaan Permuseuman Provinsi Daerah Khusus Ibu kota Jakarta. (Sumber: m.beritajakarta.id)
 


QUOTES

“Manusia tanpa cita-cita adalah mati. Cita-cita tanpa kerja adalah mimpi. Idaman yang menjadi andalan adalah kebahagiaan.”
- Ali Sadikin -
Gubernur DKI Jakarta 1966 - 1977
“Emang rejeki kagak kemane, tapi kalo lo gak kemane-mane mana mau dapet rejeki.”
- H. Benyamin Sueb -
Seniman Betawi