Kunstkring

1934 KITLV_A134_-_Gebouw_van_de_Nederlandsch_Indische_Kunstkring_aan_de_Van_Heutszboulevard_te_Batavia,_KITLV_66950.tiff.jpg
Gedung Bataviaasche Kunstking didirikan pada 1913 berdasarkan rancangan P.A.J. Moojen. Gedung ini dianggap sebagai awal arsitektur modern di Indonesia. Bataviaasche Kunstking adalah kelompok lingkar seni yang didirikan selain di Batavia juga kota-kota lain di Hindia Belanda. Gedung Bataviasche Kunstkring ini didirikan di atas sebidang lahan yang dihibahkan oleh N.V. De Bouwploeg (pengembang kawasan Menteng dan Gondangdia) di Menteng. Gedung ini mulai dibangun pada 1913 dan selesai pada 1914. Peresmiannya pada 17 April 1914 dihadiri oleh Gubernur Jenderal A.W.F. Idenburg. Bataviasche Kunstkring menggunakan gedung ini hingga 1942, setelahnya gedung ini digunakan Majelis Islam A’la Indonesia dan kemudian oleh Djawatan Imigrasi hingga 1997. Setelah sempat kosong tidak difungsikan, bangunan ini digunakan sebagai Budha Bar pada 2008, kemudian pada 2013 digunakan untuk Tugu Kunstkring Paleis. Gedung Kunstkring dibangun dalam gaya rasionalisme atau yang juga dikenal sebagai Nieuwe Bouwen (Gaya Hindia Baru). Bangunan ini adalah bangunan pertama di Hinda Belanda yang dibangun dengan menggunakan teknologi beton bertulang.


Sumber : Tim Sejarah Penataan Kawasan Stasiun Gondangdia, 2021.


QUOTES

“Manusia tanpa cita-cita adalah mati. Cita-cita tanpa kerja adalah mimpi. Idaman yang menjadi andalan adalah kebahagiaan.”
- Ali Sadikin -
Gubernur DKI Jakarta 1966 - 1977
“Emang rejeki kagak kemane, tapi kalo lo gak kemane-mane mana mau dapet rejeki.”
- H. Benyamin Sueb -
Seniman Betawi