Menteng

1934 KITLV_A1093_-_Christelijke_Europese_Lagere_School_en_de_Christelijke_Kweekschool_aan_de_Oranje_Boulevard_te_Batavia,_KITLV_154656.tiff.jpg
Pada awal abad ke-20, wilayah yang disebut Menteng adalah wilayah di selatan Kali Gresik, sedangkan sebelah utaranya adalah Gondangdia. Pengembangan kawasan ini dimulai dari utara, sehingga disebut sebagai Nieuw Gondangdia. P.A.J. Moojen merancang Nieuw Gondangdia dengan mengikuti konsep ‘Kota Taman’ dari Ebenezer Howard. Rancangan Moojen menggabungkan jalan-jalan besar dengan lingkaran konsentris serta pertemuan-pertemuan jalan yang bersudut tajam. Moojen juga merancang dua bangunan pada gerbang masuk kawasan dari utara; kedua bangunan tersebut adalah kantor N.V. De Bouwploeg yang merupakan pengembang kawasan ini dan Bataviasche Kunstkring. Sejak 1918, F. Kubatz kemudian melanjutkan perancangan kawasan Menteng terutama di sebelah selatan dengan mengubah pola jalan dan menambahkan kolam kecil (kini Situ Lembang). Rumah-rumah awal yang dibangun adalah yang terletak di sekitar kantor Bouwploeg, tercatat pada 1912 sudah 14 rumah selesai dibangun dan dihuni disini. Menteng juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti bangunan ibadah, pendidikan dan bangunan komersil. Gereja Theresia dan Gereja Paulus merupakan sarana keagamaan yang dibangun dan masih bertahan hingga sekarang. Beberapa sekolah juga didirikan di Menteng; antara lain sekolah Nassau School, Christelijke Europese Lagere School dan MULO School. Toko-toko modern banyak didirikan di Javaweg (kini Jalan H.O.S. Cokroaminoto)


Sumber : Tim Sejarah Penataan Kawasan Stasiun Gondangdia, 2021.


QUOTES

“Manusia tanpa cita-cita adalah mati. Cita-cita tanpa kerja adalah mimpi. Idaman yang menjadi andalan adalah kebahagiaan.”
- Ali Sadikin -
Gubernur DKI Jakarta 1966 - 1977
“Emang rejeki kagak kemane, tapi kalo lo gak kemane-mane mana mau dapet rejeki.”
- H. Benyamin Sueb -
Seniman Betawi