Ketupat Lepas, Bukan Nama Makanan Melainkan Ritual Pelunasan Nazar

Mendengar kata ketupat pasti yang ada di pikiran adalah sebuah jenis makanan yang terbuat dari beras yang dibungkus dan dimasak dalam daun janur. Apalagi kuliner Betawi terkenal dengan ketupat sayurnya. Namun, tahukah bahwa di dalam kebudayaan Betawi ada istilah ‘Ketupat Lepas’. Istilah ketupat lepas ini bukanlah berhubungan dengan jenis makanan, tetapi sebuah ritual tradisi adat Betawi.
 
Ketupat lepas adalah ritual yang berhubungan dengan nazar seseorang yang sedang memiliki hajat. Ritual ketupat lepas dilakukan dengan menggelar acara Kembang Topeng, yang menandakan bahwa si empunya hajat telah melunasi nazarnya. Upacara dilakukan dengan ketupat yang diletakkan di atas beras kuning bercampur dengan uang logam.
 
Pada saat bersamaan Kembang Topeng dan orang yang dinazari memegang ketupat itu dan dari dalam ada orang yang membacakan doa. Setelah doa selesai dibacakan, ketupat dihentakkan dan uang diperebutkan oleh anak-anak yang telah siap di bagian muka.
 
Upacara ketupat lepas dilakukan setelah neptu, yakni apabila teater topeng Betawi dipertunjukan sehubungan dengan nazar. Nazar pernah diucapkan si empunya hajat ketika keluarganya mendapat musibah. Misalnya anak yang dilahirkan meninggal berturut-turut atau ada anaknya yang sering sakit.
 
Untuk mengatasi musibah ini si empunya hajat berujar, bila anak yang dilahirkan tidak meninggal atau bila anak tidak sakit lagi, maka kelak kalau ia menikah ata kalau ia dikhitan akan dipanggilkan topeng. Upacara ketupat lepas yang dilakukan bagi anak yang dinazari berfungsi sebagai tanda bahwa nazar telah dibayar dengan disaksikan oleh Kembang Topeng dan penonton.
 
Upacara ketupat lepas dilakukan dengan menggunakan sebuah kulit ketupat yang diletakan di atas piring yang berisi beras (orang sering pula menggunakan beras kering) dan uang logam. Piring dipegang oleh orang yang telah mengucapkan nazar, dan ketupat dipegang oleh dua orang, yaitu sebelah ujungnya dipegang oleh Kembang Topeng dan sebelah ujung yang lain dipegang oleh yang dinazari.
 
Seorang pimpinan upacara yang bisanya juga merangkap sebagai ketua perkumpulan, tukang rebab atau orang yang dianggap tua akan membaca mantra, dan sebelumnya ia akan meminta permohonan penonton dengan berteriak.
 
Sebagai contoh berikut ini di sajikan rekaman mantra upacara ketupat lepas perkumpulan teater topeng Betawi Marga Sari. Bila mantra upacara ketupat lepas dari Kanda Wetan dibandingkan dengan mantra dari Kanda-Kulon, maka mantra perkumpulan teater topeng Betawi Kanda-Wetan lebih panjang, dan juga tidak kedengaran sakral.
 


QUOTES

“Manusia tanpa cita-cita adalah mati. Cita-cita tanpa kerja adalah mimpi. Idaman yang menjadi andalan adalah kebahagiaan.”
- Ali Sadikin -
Gubernur DKI Jakarta 1966 - 1977
“Emang rejeki kagak kemane, tapi kalo lo gak kemane-mane mana mau dapet rejeki.”
- H. Benyamin Sueb -
Seniman Betawi