Seni Bela Diri Silat Troktok, Silat Betawi Warisan dari Ulama

Seni bela diri silat dari tanah Betawi memang tidak ada habisnya. Salah satu ilmu bela diri yang terkenal di Betawi adalah ilmu bela diri silat Troktok. Seni bela diri ini pertama kali dipopulerkan oleh KH Marzuki atau biasa dipanggil Guru Marzuk atau Guru Tua. Beliau tinggal di daerah Rawa Kidang, Pesisir Barat, Tangerang.
 
Ada yang menyebut aliran silat Troktok itu dengan nama silat Langkah. Disebut silat Troktok karena jurus-jurusnya dimainkan dengan terus bergerak melakukan totokan. Karena menjalankan jurus sambil bergerak atau melangkah itu, maka ada yang menamakan silat Troktok sebagai silat Langkah.
 
Aliran silat Troktok, terdiri dari empat (4) jurus. Empat jurus dasar disebut juga jurus angin, atau jurus tepuk nyamuk. Jurus Pukul, Jurus Deprok, Jurus Kancut/Bentak, dan Jurus Kepang/Seliwa. Lalu setelah menguasai empat jurus dasar tersebut akan dilanjutkan dengan Langkah. Selain itu ada juga lima langkah yang harus dikuasai oleh pesilat troktok. Langkah pertama disebut dengan langkah silo macan, langkah kedua dan ketiga disebut langkah Kurung. Langkah keempat totok atau Colong. Langkah kelima dibagi dua, yakni Sangkol dan Langkah etes.
 
Mempelajari silat troktok harus mengenal langkah-langkah yang disebutkan tadi. Namun, dari langkah 1 sampai 5 yang diajarkan terakhir kepada pesilat troktok adalah langkah 2 dan 1. Hal ini karena silat Troktok memiliki nilai filosofisnya tersendiri. Silat Troktok dipopulerkan oleh seorang ulama. Jadi kalau kita mau menyempurnakan ilmu tersebut bagaimanapun kita harus membaca dua kalimat syahadat. Sementara Langkah 1 yang dijadikan jurus penutup merupakan filosofis bahwa segala sesuatunya milik Allah SWT.
 
Setelah mampu menguasai empat jurus dasar dan lima Langkah, barulah diberikan gerakan sambut atau aplikasi dari jurus dan langkah yang telah dipelajari. Dalam silat Troktok gerak sambut itu memiliki istilah antara lain Kancut/Bentak, Patah Kaki, Cekikan, Guntingan, Kelim, Menjiret, Patah Pinggang, Junjang, Sabet Kaki, dan masih banyak lagi.
 
 Bila seorang murid dianggap sudah lulus dalam menekuni 4 (empat) jurus Dasar dan 5 (lima) Langkah maka si mutid akan diberikan ilmu pamungkas yang disebut dengan istilah Ngonde.
 
Istilah Ngonde adalah bila kita sudah bisa mengambil kue onde dengan dua jari, baik dari tangan kanan maupun tangan kiri, dan langsung memasukkannya ke mulut maka pesilat tersebut dianggap lulus dan telah menguasai ilmu pamungkas dalam aliran silat Troktok.


QUOTES

“Manusia tanpa cita-cita adalah mati. Cita-cita tanpa kerja adalah mimpi. Idaman yang menjadi andalan adalah kebahagiaan.”
- Ali Sadikin -
Gubernur DKI Jakarta 1966 - 1977
“Emang rejeki kagak kemane, tapi kalo lo gak kemane-mane mana mau dapet rejeki.”
- H. Benyamin Sueb -
Seniman Betawi