Sayur Besan, Kuliner Betawi yang Mulai Langka Ditemui

Banyak orang yang jarang mengetahui kuliner Betawi selain kerak telor, nasi uduk, dodol dan bir pletok. Padahal banyak sekali ragam kuliner khas Betawi yang jarang diketahui bahkan sudah jarang atau sedikit yang menjualnya. Seperti kuliner sayur besan. Sayur besan memiliki keunikan pada bahan-bahan yang digunakan. Selain itu, kuliner khas Betawi tersebut juga sarat akan makna.
 
Sayur besan merupakan hidangan berkuah santan yang diisi dengan terubuk. Munculnya sayur besan tidak terlepas dari keberadaan kebun tebu yang banyak ditemui di Batavia dan Tangerang pada abad ke-17. Sesuai dengan namanya, hidangan khas Betawi ini memang disuguhkan untuk besan. Sayur besan dimasak dan dihidangkan oleh keluarga perempuan ketika keluarga laki-laki datang ke rumah setelah acara pernikahan.
 
Bukan hanya besan dan keluarga yang dapat menikmati hidangan yang satu ini, tetapi juga dibagikan kepada para tamu yang hadir. Dulu, membuat sayur besan adalah tradisi masyarakat Betawi Pinggir yang tinggal di area Jakarta Selatan hingga Parung. Sementara masyarakat Betawi Tengah lebih mengenal hidangan yang disebut laksa pengantin. Meski penamaannya hampir sama, tetapi antara laksa pengantin dan sayur besan sangat berbeda.
 
Satu keunikan yang ada pada hidangan sayur besan, yakni penggunaan terubuk. Terubuk atau nama latinnya Saccharum edule, adalah jenis sayuran yang mirip dengan tebu. Ketika dikupas, di dalamnya terdapat ekor yang berwarna kuning, seperti sekumpulan telur ikan. Karenanya terubuk disebut juga tebu telur ikan. Nah, 'telur' itulah yang terakhir dimasukkan ke dalam panci rebusan sayur besan.
 
Terubuk juga sering disebut dengan sebutan bunga tebu yang berasal dari pohon tebu yang kerdil. Terubuk biasanya berukuran diameter antara 15-20 milimeter. Sebelum dikupas, terubuk berbentuk seperti serai.
 
Seperti yang telah disebutkan di atas, sayur besan adalah hidangan yang dihidangkan oleh keluarga perempuan atau pengantin perempuan ketika keluarga laki-laki datang ke rumah setelah acara pernikahan. Sayur besan juga erat kaitannya dengan hari lebaran. Sebab biasanya sebelum atau setelah lebaran, orang-orang banyak yang menikah, jadi setelah pernikahan sayur besan pun selalu disajikan. Sayur besan disajikan dengan telur-telur pada terubuk. Bulir-bulir terubuk itu menyatu menjadi bonggol yang melambangkan dua keluarga menyatu dalam ikatan kekeluargaan lewat pernikahan.
 
Sayur besan biasanya disantap dengan lauk pendamping, tetapi lauk tersebut bukan menu wajib. Lauk pendamping tersebut terdiri dari terubuk telur sambal goreng udang, telur dadar gulung atau oseng daun pepaya campur teri.
 
Kemudian ada juga ikan jaer goreng dan sambal lalap. Namun sayangnya, sayur besan kini mulai langka. Mengingat terubuk, salah satu bahan pembuatan sayur besan sulit untuk didapatkan. Jika pun ada harga yang ditawarkan pun terbilang mahal. Mengutip dari Aksara Pangan, harga terubuk per-ikatnya bisa mencapai Rp 35.000. Biasanya dalam satu ikat, berisi 8 hingga 10 batang terubuk. Namun, karena hal itu sayur besan menjadi hidangan yang istimewa.


QUOTES

“Manusia tanpa cita-cita adalah mati. Cita-cita tanpa kerja adalah mimpi. Idaman yang menjadi andalan adalah kebahagiaan.”
- Ali Sadikin -
Gubernur DKI Jakarta 1966 - 1977
“Emang rejeki kagak kemane, tapi kalo lo gak kemane-mane mana mau dapet rejeki.”
- H. Benyamin Sueb -
Seniman Betawi