RPTRA Sebagai Sarana untuk Pembelajaran dan Kegiatan Budaya bagi Generasi Muda

Pandemi COVID-19 yang terjadi selama dua tahun terakhir ini membuat sebagian kegiatan masyarakat dilakukan di rumah saja. Hal ini untuk menjaga jarak antar manusia agar tidak saling menularkan virus corona.
 
Berbagai kegiatan di ruang terbuka pun menjadi sepi. Termasuk kegiatan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Padahal RPTRA menjadi sarana untuk berkumpulnya warga untuk sosialisasi, termasuk bagi pengenalan anak terhadap budaya.
 
Terlebih, generasi muda saat ini perlu diingatkan kembali tentang kebudayaan Indonesia. Terutama dengan banyak dan beragamnya budaya yang dimiliki negri ini. Mengenal kebudayaan yang beragam di Indonesia sejak sekolah dapat membuat siswa semakin mencintai tanah airnya sendiri. Te
 
Hampir 2 tahun pandemi ini berlangsung, dan keadaan pun rupanya sudah semakin membaik. Kegiatan masyarakat di ruang terbuka dengan melibatkan orang banyak mulai perlahan sudah diperbolehkan. Setelah pandemi ini selesai, ruang-ruang terbuka seperti RPTRA bisa kembali digunakan sebagai saran untuk pengenalan warga khususnya terhadap anak-anak kepada budaya.
 
Salah satunya ada di RPTRA Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur. Dulu sebelum pandemi berlangsung, RPTRA ini digunakan sebagai ajang pertunjukan seni budaya Betawi. Kegiatan ini menjadikan RPTRA ini sebagai pusat kegiatan Betawi mengingat kawasan ini adalah kampung Betawi. Di situ nanti akan digelar kesenian Betawi seperti palang pintu, pencak silat, gambang kromong, dan marawis.
 
Pagelaran seni bela diri pencak silat juga pernah ditampilkan oleh sekitar 500 pesilat Betawi yang berasal dari Perkumpulan Persatuan Silat Cagar Budaya Betawi. Mereka menunjukkan keahliannya dalam seni bela diri, baik tangan kosong maupun menggunakan senjata tajam dan toya.
 
Kegiatan seni budaya yang pernah ditampilkan di RPTRA Cililitan yang lain seperti tari-tarian khas Betawi. Seperti tari sirip kuning, ondel-ondel dan berbagai tarian khas Betawi lainnya. Ada banyak RPTRA di seluruh Jakarta yang siap digunakan kembali sebagai sarana berkumpul warga, dan kegiatan pembelajaran seni budaya Betawi. Setelah pandemi usai, semuanya siap digunakan kembali.


QUOTES

“Manusia tanpa cita-cita adalah mati. Cita-cita tanpa kerja adalah mimpi. Idaman yang menjadi andalan adalah kebahagiaan.”
- Ali Sadikin -
Gubernur DKI Jakarta 1966 - 1977
“Emang rejeki kagak kemane, tapi kalo lo gak kemane-mane mana mau dapet rejeki.”
- H. Benyamin Sueb -
Seniman Betawi