Nostalgia dengan Oplet, Kendaraan Umum di Jakarta yang Melegenda

Bagi pecinta sinetron keluarga Betawi ‘Si Doel Anak Sekolahan’ pasti sudah tidak asing lagi dengan kendaraan yang satu ini. Dialah oplet, kendaraan bermotor roda empat, yang digunakan sebagai transportasi umum pada masanya. Oplet merupakan mobil penumpang berukuran kecil yang sudah ada di Indonesia sejak tahun 1950-an. 
 
Munculnya Oplet sendiri didasari oleh kebutuhan transportasi masyarakat kolonial di kota besar seperti Batavia. Sejak tahun 1920-an, jumlah mobil di Batavia mengalami peningkatan.  Seiring dengan itu, kebutuhan warga kota terhadap angkutan umum juga turut meninggi. Ada yang mengatakan kata Oplet berasal dari nama Chevrolet atau Opel. Ada pula yang menyebut Oplet berasal dari kata ‘auto let’.
 
Orang-orang kota kemudian secara perlahan mulai meninggalkan angkutan umum bertenaga hewan ke angkutan umum bertenaga mesin.  Kemudian, tahun 1935, mulai muncul jenis angkutan mobil penumpang yang disebut autolettes, orang Betawi menyebutnya Oplet. Kendaraan Oplet ini mulai beroperasi di sejumlah kota besar seperti Batavia, Malang, dan Surabaya.
 
Pada tahun 1960-an dan 1970-an, Oplet menjadi kendaraan umum paling populer di Jakarta. Rutenya adalah Stasiun Jatinegara, Matraman Raya, Salemba Raya, Senen, Pasar Baru, dan Harmoni.
 
Spesifikasi Oplet
 
Oplet adalah kendaraan angkutan umum yang berasal dari mobil sedan Morris Traveller, asal Inggris. Oplet terdiri dari dua bagian ruangan, untuk ruang depan digunakan oleh sopir atau pengemudi dan satu orang penumpang, ruangan kedua dikhususkan untuk para penumpang. Kendaraan ini memiliki satu pintu di bagian belakang yang dijadikan sebagai tempat keluar-masuk penumpang. 
 
Lalu, di bagian depan juga terdapat sebuah pintu, kanan dan kiri.  Ketika pertama kali keluar dari pabrik, Oplet hanya mampu menampung 4-5 penumpang saja.  Namun, berkat karoseri seadanya menggunakan seng dan kayu, Oplet mampu membawa 10 penumpang di dalamnya. Uniknya, hampir seluruh badan Oplet semua berbahan kayu, termasuk jendelanya. Begitu pun dengan atapnya yang terbuat seng dan rangka kayu.
 
Kepopuleran oplet di Jakarta berada pada tahun 1960-1970an, karena bus ukuran besar yang jarang ditemukan di Ibukota. Oplet secara resmi dihentikan izin beroperasinya atas kebijakan Gubernur kala itu di bawah masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Tjikropranolo pada tahun 1980 karena dianggap semakin tua, dan menggantikannya dengan angkutan yang lebih modern seperti Mikrolet, Metromini, dan Koperasi Wana Kalpika atau kerap dikenal dengan nama KWK.
 
Keberadaan dari Oplet kini hanya dapat dijumpai di beberapa museum dan kolektor saja. Seperti museum Transportasi Taman Mini Indonesia Indah dan juga Museum Betawi di Pusat Budaya Betawi Setu Babakan.


QUOTES

“Manusia tanpa cita-cita adalah mati. Cita-cita tanpa kerja adalah mimpi. Idaman yang menjadi andalan adalah kebahagiaan.”
- Ali Sadikin -
Gubernur DKI Jakarta 1966 - 1977
“Emang rejeki kagak kemane, tapi kalo lo gak kemane-mane mana mau dapet rejeki.”
- H. Benyamin Sueb -
Seniman Betawi