Ritual Calon Pengantin: Mandi Kembang

Dalam upacara pernikahan adat Betawi ada beberapa proses yang harus dilaksanakan bagi kedua calon pengantin. Setiap proses adat ataupun ritual yang dilaksanakan calon pengantin disebut dengan ritual piara pengantin atau pelihare pengantin. Salah satu rangkaian ritual piare pengantin ini adalah ritual mandi kembang. Mandi kembang dilaksanakan untuk calon pengantin perempuan.
 
Rangkaian ritual mandi kembang ini akan dipandu seorang ‘juru piare pengantin’. Calon pengantin wanita duduk di kursi yang berlubang dan di bawah kursi diletakan pedupaan yang mengepulkan asap setanggi atau kayu gaharu dan rebusan rempah-rempah wangi.
 
Tujuannya agar calon pengantin bersih dan harum. Prosesi yang biasa disebut tangas ini berlangsung sekitar 30 menit sampai berkeringat. Setelah mandi uap, calon pengantin dimandikan dengan air kembang untuk menghilangkan keringat dan kembali segar.
 
Perawatan berikutnya adalah ngerik dan malam pacar. Tradisi ngerik yakni membersihkan atau memotong bulu-bulu halus yang ada di tubuh calon none pengantin. Dilanjutkan dengan malam pacar, mempelai wanita memerahkan kuku kaki dan tangannya dengan daun pacar yang ditumbuk halus.
 
Selama masa ‘’dipiare’’, calon pengantin berpantang makanan tertentu, misalnya makanan yang banyak berbumbu dan berlemak. Bahkan juga diminta untuk berpuasa, serta mengkonsumsi banyak buah-buahan dan sayuran untuk menjaga kulit lebih bersinar ketika hari pernikahan tiba.


QUOTES

“Manusia tanpa cita-cita adalah mati. Cita-cita tanpa kerja adalah mimpi. Idaman yang menjadi andalan adalah kebahagiaan.”
- Ali Sadikin -
Gubernur DKI Jakarta 1966 - 1977
“Emang rejeki kagak kemane, tapi kalo lo gak kemane-mane mana mau dapet rejeki.”
- H. Benyamin Sueb -
Seniman Betawi