Permainan Ucing-ucingan

Permainan Ucing-ucingan adalah permainan tradisional Jakarta khususnya dari daerah Ciracas, Jakarta Timur. Permainan ini menggambarkan perburuan seekor anjing mengejar seekor kucing dalam sebuah lingkaran dengan pagar para pemain yang saling berpegangan. Pemain kebanyakan terdiri dari anak berumur 9 tahun yang berjumlah sekitar 10 anak, dengan 3 anak sebagai kucing, anjing, dan komando/ wasit. Permainan ini membutuhkan ketangkasan dan kekuatan para pemainnya. Sebab ‘’si anjing” harus mengejar “si kucing”, kemudian pemain lainnya harus saling berpegangan erat membuat pagar yang kuat.
 
Permainan diawali dengan menentukan siapa yang menjadi kucing, anjing, dan pagar tangan. Seorang wasit merentangkan telapak tangan kanannya sedang peserta lain menaruh jari telunjuk di atasnya dengan iringan pantun:
 
Wer ... wer ... tak.
Ting lipiot tulang bawang.
Siapa kejepit masuk lubang
 
Pemain harus berusaha menarik telunjuk agar tidak kejepit. Bila kejepit berarti ia harus menjadi kucing atau anjing. Bila yang tertangkap 2-3 telunjuk jari maka undian dimulai lagi sampai yang tertangkap hanya telunjuk saja.
 
“Si kucing” berada di dalam pagar lingkaran sedang “si anjing” ada di luar. Pemain yang menjadi pagar lingkaran harus merentangkan kedua belah tangan dan memegang pertengahan lengan kawan di sampingnya sehingga tidak mudah lepas. Kalau wasit sudah mengatakan "Yak" maka mulailah “si anjing” berusaha menerobos pagar untuk menerkam kucing. Si anjing akan terus berusaha menerobos lingkaran dengan melepaskan pegangan tangan dari pagar tersebut.
 
Pemain yang menjadi pagar akan jongkok bangun- jongkok - bangun, mengikuti gerakan anjing. Sementara itu si kucing harus terus waspada dan siap-siap untuk menghindar. Kalau sampai beberapa waktu anjing tidak juga berhasil maka keduanya akan diganti dengan anak lain.


QUOTES

“Manusia tanpa cita-cita adalah mati. Cita-cita tanpa kerja adalah mimpi. Idaman yang menjadi andalan adalah kebahagiaan.”
- Ali Sadikin -
Gubernur DKI Jakarta 1966 - 1977
“Emang rejeki kagak kemane, tapi kalo lo gak kemane-mane mana mau dapet rejeki.”
- H. Benyamin Sueb -
Seniman Betawi