Permainan Serok Kuali

Permainan Serok Kuali adalah permainan tradisional Betawi khususnya dari daerah Duren Tiga, dan Mampang Jakarta Selatan. Arti dari serok sendiri berarti menyendok atau mengambil sesuatu dengan suatu alat. Permainan Serok kuali membutuhkan biji-bijian dan daun pisang sebagai alat bermain. Biji-bijian yang dipakai antara lain biji sawo, biji sangat (bentuknya kecil, berwarna merah dan hitam), atau batu kerikil. Sedangkan sendoknya terbuat dari daun pisang yang telah dibentuk menyerupai sendok atau serok.
 
Permainan diawali dengan suit atau gambreng/ hompimpa untuk menentukan siapa yang jalan/ mulai main lebih dulu. Kemudian para pemain bersimpuh membentuk lingkaran sambil meletakkan biji-bijiannya ke tengah lingkaran. Pemain yang bermain duluan, menggenggam biji-bijian itu dan menyebarnya ke lantai. Kemudian dengan daun pisang yang telah dibentuk seperti sendok, pemain mengambil (menyendok) biji-biji yang sudah tersebar ke lantai satu demi satu dan diletakkan di dekat kakinya.
 
Sekali menyerok tidak boleh lebih dari satu biji dan mengenai biji yang lain sehingga harus hati-hati. Kalau sampai mengenai biji yang lain atau terambil lebih dari satu, maka pemain dianggap mati (berhenti main) dan diganti oleh pemain berikutnya. Biji yang berhasil dikumpulkan akan menjadi miliknya. Pemain yang bijinya paling banyak akan dianggap sebagai pemenang.
 
Jika biji-biji sudah habis, permainan tetap dilanjutkan dari awal. Jika ada pemain yang kehabisan biji, maka ia tidak bisa ikut lagi atau pemain lain yang meminjamkan biji-bijiannya. Dengan syarat biji-biji pinjaman itu akan dikembalikan jika menang dalam permainan berikutnya


QUOTES

“Manusia tanpa cita-cita adalah mati. Cita-cita tanpa kerja adalah mimpi. Idaman yang menjadi andalan adalah kebahagiaan.”
- Ali Sadikin -
Gubernur DKI Jakarta 1966 - 1977
“Emang rejeki kagak kemane, tapi kalo lo gak kemane-mane mana mau dapet rejeki.”
- H. Benyamin Sueb -
Seniman Betawi