Permainan Petak Umpet

Permainan ini mungkin sudah tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Betawi. Petak umpet, permainan tradisional yang telah mendarah daging dan turun temurun dimainkan oleh berbagai generasi. Bahkan permainan ini tak lekang dan terkikis oleh zaman. Hingga saat ini masih banyak anak-anak memainkannya di lingkungan rumah dan sekolah.
 
Petak umpet menjadi favorit anak-anak saat bermain bersama, terlebih jika anak-anak yang bermain ada lebih dari 3 orang. Permainan Petak Umpet dimulai dengan hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi ‘kucing’.
 
Pemain yang menjadi ‘kucing’ ini nantinya mencari teman-temannya yang bersembunyi. Sebelum mencari teman-temannya, ‘si Kucing’ berhitung sampai sepuluh sambil memejamkan mata atau badannya menghadap ke tembok supaya tidak melihat teman-temannya bersembunyi.
 
Setelah hitungan sepuluh selesai, si Kucing mulai mencari teman-temannya yang bersembunyi. Jika si kucing menemukan temannya, ia akan menyebut nama temannya sambil menyentuh tempat jaga, atau tempat ia mulai berhitung pada saat di awal.
 
Nama tempat jaga ini di tiap daerah berbeda-beda namanya. Ada yang menyebutnya Inglo, bon atau hong. Permainan selesai setelah semua teman ditemukan. Kemudian permainan dimulai kembali dengan pemeran kucing yang berbeda yakni pemain yang pertama kali ditemukan.


QUOTES

“Manusia tanpa cita-cita adalah mati. Cita-cita tanpa kerja adalah mimpi. Idaman yang menjadi andalan adalah kebahagiaan.”
- Ali Sadikin -
Gubernur DKI Jakarta 1966 - 1977
“Emang rejeki kagak kemane, tapi kalo lo gak kemane-mane mana mau dapet rejeki.”
- H. Benyamin Sueb -
Seniman Betawi