Permainan Nenek Gerondong

Permainan Nenek Gerondong merupakan salah satu permainan tradisional populer Betawi. Menurut berbagai sumber permainan ini mulai dikenal sejak zaman penjajahan Belanda. Permainan ini bercerita tentang seorang nenek tua bernama Nenek Gerondong yang meminta izin untuk mencabut ubi dari pohonnya. Namun Nenek Gerondong harus mencabut ubi dengan sekuat tenaga karena ubi yang akan dicabut sangat kuat dan keras.
 
Permainan ini dimainkan minimal 10 orang. Permainan dimulai dengan suit atau hompimpa. Orang yang kalah pada hompimpa menjadi Nenek Gerondong dan sisa pemain lainnya jadi ubi. Salah satu pemain lainnya berpegangan pada suatu tiang, kemudian diikuti oleh pemain lainnya dengan memegang erat pemain yang pertama dan terus dilakukan hingga pemain terakhir. Sebelum Nenek Gerondong menarik para pemain satu per satu, Nenek Gerondong meminta izin terlebih dahulu dengan percakapan sebagai berikut:
 
Nenek Gerondong: Tok Tok Tok
Ubi: Siapa?
Nenek Gerondong: Nenek Gerondong. Boleh minta ubi?
Ubi: Silakan, ubinya sudah masak
 
Setelah itu, Nenek Gerondong mulai menarik satu persatu ubi. Para pemain yang menjadi ubi harus berpegangan erat dengan pemain lainnya agar tak berhasil dicabut atau ditarik oleh Nenek Gerondong. Pemain yang berhasil ditarik oleh Nenek Gerondong harus membantu Nenek Gerondong menarik pemain lainnya hingga pemain atau ubi habis tertarik oleh Nenek Gerondong. Setelah semua pemain yang berperan sebagai ubi terlepas, mereka akan lari dan bersembunyi dari Nenek Gerondong. Orang pertama yang ditemukan oleh Nenek Gerondong akan menjadi Nenek Gerondong di permainan berikutnya.
 
Nilai yang dapat dipetik dari permainan ini adalah mengajarkan untuk menghormati kepada orang yang lebih tua. Permainan ini juga dapat membantu anak untuk mengatasi rasa stress akibat belajar atau masalah lainnya dengan berlari, tertawa dan bernyanyi. Selain itu manfaat bagi anak-anak adalah menambah keakraban dengan teman-teman seusianya, melatih otot dalam mencabut ubi (waktu menarik teman), berlatih berkomunikasi, dan melatih kesabaran.


QUOTES

“Manusia tanpa cita-cita adalah mati. Cita-cita tanpa kerja adalah mimpi. Idaman yang menjadi andalan adalah kebahagiaan.”
- Ali Sadikin -
Gubernur DKI Jakarta 1966 - 1977
“Emang rejeki kagak kemane, tapi kalo lo gak kemane-mane mana mau dapet rejeki.”
- H. Benyamin Sueb -
Seniman Betawi