Permainan Kukuruyuk Ayam

Kukuruyuk Ayam adalah salah satu permainan tradisional Betawi yang populer di beberapa wilayah seperti di Condet Jakarta Timur, Kebayoran Lama Jakarta Selatan dan juga wilayah pinggiran Jakarta seperti Ciledug dan Sudimara Tangerang. Permainan ini dikenal populer dengan nama kukuruyuk ayam tapi ada juga yang menyebutnya sebagai permainan adu ayam. Permainan ini disebut kukuruyuk ayam atau adu ayam karena setiap pemain harus menirukan suara ayam berkokok.
 
Permainan ini biasanya dilakukan oleh anak laki-laki yang usianya 9-11 tahun. Peralatannya hanya berupa dua kain sarung. Permainannya terdiri dari dua kelompok dengan anggota tak terbatas. Setiap regu memiliki pemimpinnya masing-masing yang disebut sebagai bebato.  Saat permainan akan dimulai, bebato menunjuk anggota regunya untuk dikurung dalam sarung dan jongkok.  Salah satu ujung sarung diikat. Kemudian, kedua bebato membawa kurungan sarung menuju garis batas dan berhenti. Anggota yang dikurung berkokok menirukan suara ayam jantan. 
 
Kemudian, kedua bebato mengangkat kurungan sarung. Jika berat badan jago sebanding, maka permainan dimulai.  Dan jika tak sebanding, maka diganti yang sebanding. Kedua pemain yang menirukan suara ayam jago itu beradu kedua telapak tangan dan satu kaki ditekuk ke belakang. Keduanya saling dorong untuk menjatuhkan satu sama lain. Namun, aturannya kedua pemain tidak boleh melewati batas garis.  Pemenang adalah yang dapat menjatuhkan dan dapat diadu lagi dengan lawan lain.


QUOTES

“Manusia tanpa cita-cita adalah mati. Cita-cita tanpa kerja adalah mimpi. Idaman yang menjadi andalan adalah kebahagiaan.”
- Ali Sadikin -
Gubernur DKI Jakarta 1966 - 1977
“Emang rejeki kagak kemane, tapi kalo lo gak kemane-mane mana mau dapet rejeki.”
- H. Benyamin Sueb -
Seniman Betawi