Permainan Kasti Betawi

Permainan atau olahraga tradisional Betawi ini hampir mirip dengan olahraga modern Base Ball. Namun, sejarah permainan kasti ini tidak diketahui bagaimana terbentuknya dan siapa yang mempopulerkannya di kalangan masyarakat Betawi. Permainan kasti Betawi ini membutuhkan dua alat yakni tongkat pemukul dan bola kasti itu sendiri. Permainan ini biasa dimainkan oleh dua regu atau kelompok anak laki-laki, satu regu berisi 6 orang.
 
Satu regu bermain sebagai pelempar bola dan penjaga tiang-tiang yang telah diberi tanda, satu regu lainnya sebagai tim pemukul. Untuk menentukan siapa yang menjadi regu pemukul atau pelempar, biasanya dilakukan pengundian dengan menggunakan koin.
 
Saat bermain, tim pelempar bola harus melemparkan bola kepada pemukul bola. Jika bola berhasil dipukul baik bahkan jauh dari jangkauan tim pelempar, maka si pemukul dapat berlari seleluasa mungkin melewati tiang yang dijaga para pemain pelempar hingga kembali ke tempat asal.
 
Namun, jika pukulan bola lemah, bahkan bola dapat diraih oleh tim pelempar, maka si pemukul bola harus cepat lari melewati tiang-tiang hingga kembali ke tempat asal agar tidak dilempar bola. Jika si pemukul terkena bola, maka tim dianggap kalah dan yang mendapat poin adalah tim pelempar bola dan regu pun berganti peran menjadi sebaliknya.


QUOTES

“Manusia tanpa cita-cita adalah mati. Cita-cita tanpa kerja adalah mimpi. Idaman yang menjadi andalan adalah kebahagiaan.”
- Ali Sadikin -
Gubernur DKI Jakarta 1966 - 1977
“Emang rejeki kagak kemane, tapi kalo lo gak kemane-mane mana mau dapet rejeki.”
- H. Benyamin Sueb -
Seniman Betawi