Permainan Anggar-anggaran

Permainan anggar-anggaran atau biasa disebut anggar saja merupakan permainan tradisional Betawi yang dapat dimainkan paling sedikit dua orang. Permainan anggar biasa dimainkan oleh anak laki-laki umur 6 hingga 10 tahun.  Permainan ini merupakan olahraga ketangkasan yang menekankan pada teknik kemampuan seperti memotong menusuk atau menangkis senjata lawan.
 
Alat yang dimainkan dalam permainan ini adalah pedang-pedangan yang terbuat dari pelepah daun pisang. Pelepah daun pisang digunakan sebagai pedang-pedangan karena bahannya lentur, mudah dibentuk dan juga tidak membahayakan.
 
Inti dari permainannya adalah pedang harus diarahkan ke tubuh lawan. Jika pedangnya mengenai tubuh lawan sebanyak mungkin dalam waktu yang sudah ditentukan, maka dialah yang memenangi permainan. Bagian tubuh yang boleh diserang hanya boleh dari bahu sampai ke kaki.
 
Nilai-nilai luhur yang bisa diambil dari permainan ini adalah membantu tubuh kita tetap sehat karena di dalam permainannya, seluruh anggota tubuh ikut bergerak.  Nilai disiplin juga terdapat saat bermain anggar. Pemain harus taat pada peraturan bahwa bagian kepala tidak diserang.


QUOTES

“Manusia tanpa cita-cita adalah mati. Cita-cita tanpa kerja adalah mimpi. Idaman yang menjadi andalan adalah kebahagiaan.”
- Ali Sadikin -
Gubernur DKI Jakarta 1966 - 1977
“Emang rejeki kagak kemane, tapi kalo lo gak kemane-mane mana mau dapet rejeki.”
- H. Benyamin Sueb -
Seniman Betawi