Ngukup: Upacara Ritual Sebelum Memainkan Ondel-ondel

Siapa yang tak kenal dengan kesenian khas Betawi Ondel-ondel. Selain menjadi ikon seni tradisi Betawi khususnya Jakarta, pada zaman dulu Ondel-ondel digunakan sebagai pelengkap dalam pelaksanaan upacara adat sebagai rasa syukur atas keberhasilan panen yang melimpah. Sehingga pada zaman dulu, orang yang memainkan Ondel-ondel tidaklah sembarangan. Ada ritual khusus sebelum memainkan Ondel-ondel.
 
Ritual khusus tersebut disebut dengan Ngukup. Ngukup adalah ritual pembakaran kemenyan oleh pemain ondel-ondel. Dalam ritual Ngukup, selain kemenyan ada sesajen lainnya yang terdiri dari bubur merah-putih, rujak-rujakan tujuh rupa, bunga tujuh macam, kopi pahit, kopi manis, air putih, teh manis, teh tawar.
 
Ada makna dalam perlengkapan tersebut. Seperti bubur marah-putih yang berbahan dasar beras adalah makanan pokok manusia, artinya agar manusia tidak kekurangan beras, telur yang berbentuk bulat artinya tekad atau niat kita harus bulat, air putih sebagai sumber kehidupan, bunga artinya agar nama leluhur harum, dan kopi pahit manis artinya hidup ini ada suka ada duka. Bubur merah putih merupakan simbol bapak ibu yang artinya manusia diharapkan ingat tentang asal usulnya dari Tuhan.
 
Di beberapa wilayah lainnya, ritual Ngukup ternyata tak hanya untuk memulai bermain Ondel-ondel. Ritual Ngukup ini juga menjadi bagian dari ritual masyarakat Betawi pada zaman dulu, seperti misalnya sedekah laut, sedekah bumi, dan ritual-ritual lainnya.


QUOTES

“Manusia tanpa cita-cita adalah mati. Cita-cita tanpa kerja adalah mimpi. Idaman yang menjadi andalan adalah kebahagiaan.”
- Ali Sadikin -
Gubernur DKI Jakarta 1966 - 1977
“Emang rejeki kagak kemane, tapi kalo lo gak kemane-mane mana mau dapet rejeki.”
- H. Benyamin Sueb -
Seniman Betawi