Maen Bekel

Maen Bekel adalah permainan bola bekel tradisional yang mendapat pengaruh dari budaya Belanda, sebab kata bekel sendiri berasal dari bahasa Belanda bikkelspel atau bikkelen yang berarti membanting tulang. Alat yang dibutuhkan untuk memainkan permainan ini adalah bola karet serta beberapa biji bekel atau kuwuk. Jumlah biji bekel biasanya 10-12 biji. Permainan ini biasanya dimainkan minimal oleh dua orang anak perempuan usia 7-12 tahun.
 
Cara memainkan bola bekel sangat mudah. Permainan bola bekel dimulai dengan melambungkan bola karet kemudian diikuti dengan menaburkan biji bekel. Sewaktu bola melambung ke atas, pemain mengambil biji bekel yang terserak. Seorang pemain akan meraup jumlah biji sesuai dengan tingkatannya.
 
Permainan bola bekel merupakan permainan tradisional yang cukup populer tak hanya di Betawi saja tapi di seluruh suku dan budaya yang ada di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan menyebarnya permainan bekel di berbagai daerah di Indonesia sebagai media permainan namun dengan beberapa variasi.
 
Permainan bola bekel pada dasarnya merupakan permainan sederhana tapi sarat makna. Permainan bola bekel memiliki manfaat yang baik untuk melatih motorik dan menumbuhkan jiwa sosial. Melalui permainan bola bekel, anak dapat melatih kemampuan berpikir strategi, ketangkasan, kejelian maupun kejujuran.


QUOTES

“Manusia tanpa cita-cita adalah mati. Cita-cita tanpa kerja adalah mimpi. Idaman yang menjadi andalan adalah kebahagiaan.”
- Ali Sadikin -
Gubernur DKI Jakarta 1966 - 1977
“Emang rejeki kagak kemane, tapi kalo lo gak kemane-mane mana mau dapet rejeki.”
- H. Benyamin Sueb -
Seniman Betawi