Hikayat Tamim Ad-Dari

Hikayat Tamim Ad-Dari adalah salah satu naskah Melayu klasik yang ditulis dalam huruf Arab-Jawi berbahasa Melayu. Naskah Hikayat Tamim Ad-Dari saat ini tersimpan di Perpustakaan Nasional. Ada empat naskah yang tersimpan di Perpustakaan Nasional dengan masing-masing nomor ML 151 A, ML 670, ML 579, dan ML 576F. Dari keempat versi ini hanya ML 670 yang keadaannya masih baik. Naskah Hikayat Tamim Ad-Dari tidak diketahui siapa penulis maupun penyalinnya.
 
Dalam salah satu pendapat dikatakan bahwa Tamim Ad-Dari adalah seorang perawi hadits, sedangkan dalam naskah Hikayat Tamim Ad-Dari adalah sahabat Nabi Muhammad SAW. Kisah riwayat hidup Tamim Ad-Dari kemudian ditulis ke dalam bahasa Persia. Kemudian disadur ke dalam beberapa bahasa lainnya seperti bahasa Sunda, Bugis, Makassar, Melayu, Aceh, Turki, Spanyol dan Urdu.
 
Dalam Hikayat Tamim Ad-Dari diceritakan ia memiliki istri bernama Khaulah dan memiliki empat orang anak, dua laki-laki dan dua perempuan. Ketika ia sedang mandi di sebuah telaga, ia diculik oleh seorang jin kafir bernama Jin Ifrit, lalu dibawanya ke negeri jin kafir. Istrinya pun merasa kehilangan suaminya. Lalu, istri Tamim Ad-Dari mengadu kepada khalifah Umar setelah menanti Tamim Ad-Dari selama 4 tahun tak kunjung datang. Khaulah, istri Tamim Ad-Dari tak sanggup menanggung hidup keluarga sendirian tanpa seorang suami dan bahkan ia berniat untuk menikah lagi. Namun, khalifah Umar menyarankannya untuk menunggu sampai masa iddahnya habis, yakni empat hari lagi dan selama masa iddah tersebut kehidupan Khaulah dan empat orang anaknya ditanggung oleh negara.
 
Sementara itu, Tamim Ad-Dari yang dibawa Jin Ifrit ke negeri jin kafir yang berada di dalam perut bumi lapisan keempat merasa sedih dan terasing. Saat berada di negeri jin kafir, Tamim Ad-Dari mendengar suara takbir dan tahmid. Ia segera mengetahui bahwa di negeri jin sedang terjadi peperangan antara jin Islam dan jin kafir. Peperangan pun usai dan dimenangkan oleh pasukan jin Islam. Tamim Ad-Dari pun ditemukan oleh para tentara jin Islam lalu dibawa ke negeri jin Islam. Di sana Tamim Ad-Dari diminta untuk mengajar ngaji anak-anak raja jin Islam sebanyak 14 jin.
 
Setelah tiga tahun hidup di negeri jin Islam, Tamim Ad-Dari sangat rindu kepada anak dan istrinya. Ia mohon diri kepada raja jin Islam untuk dipertemukan dengan anak-anak dan istrinya. Tamim Ad-Dari pun diantar oleh Sahar, salah satu jin Islam yang sanggup melakukan perjalanan jauh ke dunia manusia. Tamim Ad-Dari pun diterbangkan ke Madinah oleh Sahar.
 
Namun, saat perjalanan pulang ke Madinah, Tamim Ad-Dari menghadapi berbagai rintangan. Ia pun harus menjelajah ke berbagai negeri dan dunia yang dipenuhi oleh makhluk-makhluk lain seperti setan. Di akhir cerita, ia berhasil kembali ke Madinah berkumpul bersama anak-anak dan istrinya.


QUOTES

“Manusia tanpa cita-cita adalah mati. Cita-cita tanpa kerja adalah mimpi. Idaman yang menjadi andalan adalah kebahagiaan.”
- Ali Sadikin -
Gubernur DKI Jakarta 1966 - 1977
“Emang rejeki kagak kemane, tapi kalo lo gak kemane-mane mana mau dapet rejeki.”
- H. Benyamin Sueb -
Seniman Betawi