Hikayat Nabi Bercukur: Kisah Nabi Muhammad Dicukur oleh Malaikat Jibril

Hikayat Nabi Bercukur merupakan menceritakan riwayat hidup Nabi Muhammad SAW. Naskah Hikayat Nabi Bercukur tergabung dalam naskah Hikayat Syekh Abul Kadi Jaelani. DI dalam naskahnya sendiri hikayat ini berjudul “Hikayat Tatkala Baginda Rasulullah SAW.
 
Naskah Hikayat Nabi Bercukur memiliki berbagai macam versi, mulai dari bahasa Aceh, Bugis dan Melayu. Untuk versi Melayu disalin oleh Muhammad Bakir yang naskahnya tergabung dalam Naskah Hikayat Syekh Abdul Kadir Jaelani. Muhammad Bakir selesai menyalinnya pada 10 Februari 1893.
 
Secara ringkas Hikayat Nabi Bercukur meriwayatkan kisah Nabi Muhammad SAW dicukur rambutnya oleh malaikat Jibril atas perintah Allah SWT. Nabi Muhammad bercukur setelah pulang perang melawan Raja Luhud pada hari senin, sembilan belas hari di bulan Ramadan.
 
Dalam teks juga dituliskan ketika atas izin Nabi Muhammad, malaikat Jibril datang kepada Allah menanyakan mengenai topi yang akan digunakan setelah Nabi Muhammad bercukur. Pada saat dicukur, helai demi helai rambut Nabi disambut oleh bidadari agar tidak jatuh ke bumi. Selanjutnya Nabi Muhammad memakai kopiah dari daun tuba hijau yang diambil Jibril di surga.
 
Di dalam teks Hikayat Nabi Bercukur terdapat terdapat ilustrasi berupa tangkai bunga dengan dua kuntum mekar dan dua kuncup di atasnya. Gambar ini diapit dua buah lingkaran dan dibingkai rangkaian bentuk setengah lingkaran di sepanjang sisi kiri, kanan dan bawah.


QUOTES

“Manusia tanpa cita-cita adalah mati. Cita-cita tanpa kerja adalah mimpi. Idaman yang menjadi andalan adalah kebahagiaan.”
- Ali Sadikin -
Gubernur DKI Jakarta 1966 - 1977
“Emang rejeki kagak kemane, tapi kalo lo gak kemane-mane mana mau dapet rejeki.”
- H. Benyamin Sueb -
Seniman Betawi