Gundu Lobang: Permainan Antibosan yang Melatih Kesabaran dam Ketangkasan Membidik

Permainan gundu lobang atau biasa disebut juga kelereng merupakan permainan tradisional anak Betawi yang dimainkan pada waktu senggang, mengisi waktu dan mengusir rasa bosan. Biasanya dimainkan oleh anak laki-laki berusia 6-11 tahun.
 
Dalam bermain gundu setiap pemain harus memiliki keterampilan tertentu dan kemampuan berstrategi mengumpulkan angka secepat mungkin, dan menghambat lawan melakukan hal yang serupa.
 
Bentuk kelereng atau gundunya sendiri berbentuk bundar dan dimainkan dengan cara disentil. Setiap anak yang bermain gundu harus memperkirakan jarak sejauh mana ia bisa menyentil kelerengnya dan tepat sasaran menyentuh gundu lainnya.
 
Permainan ini dalam pelaksanaannya hanya memerlukan sebidang tanah yang relatif rata sebagai arena permainan. Kemudian dibuatlah lubang berdiameter kira-kira 2 cm dan kedalaman 2 cm. Lubang ini dibuat agar kelereng bisa menggelinding masuk.
 
Jalannya permainan, kira-kira 4 atau 3 meter dari lobang di atas, dibuat satu garis yang berfungsi untuk membuka permainan. Pertama semua harus melentingkan gundu atau kelereng gacoan atau acuan masing-masing dari garis, sehingga masing-masing bisa berhenti sedekat mungkin ke lobang atau bahkan kalau bisa masuk.
 
Siapa yang bisa menempatkan gacoannya paling dekat dengan lobang dialah peserta yang mendapat giliran pertama. Kemudian setiap pemain membidik gundu gacoannya. Angka diraih jika pemain berhasil membidik dengan tepat gundu gacoannya dan mendekati garis yang sudah dibuat sejak dari awal.
 
Prinsip permainan "gundu lobang" adalah pertandingan untuk mendapatkan angka satu demi satu hingga mencapai jumlah akhir tertentu (game point). Dari sekian jumlah peserta, yang dinyatakan kalah hanya seorang saja, yang paling akhir dan belum mengumpulkan angka.
 
Nilai Luhur permainan gundu lobang
 
Kebersaman
Keterampilan
Ketangkasan
Ketelitian
Kesabaran
Sportif


QUOTES

“Manusia tanpa cita-cita adalah mati. Cita-cita tanpa kerja adalah mimpi. Idaman yang menjadi andalan adalah kebahagiaan.”
- Ali Sadikin -
Gubernur DKI Jakarta 1966 - 1977
“Emang rejeki kagak kemane, tapi kalo lo gak kemane-mane mana mau dapet rejeki.”
- H. Benyamin Sueb -
Seniman Betawi