Potong Centung: Sebuah Bagian dari Prosesi Merias Pengantin Perempuan

Potong centung adalah salah satu adat istiadat yang dilakukan dalam prosesi pernikahan Betawi. Potong centung ini tak lepas dari rangkaian prosesi adat piara penganten, atau menjaga calon pengantin perempuan, mempersiapkan fisiknya agar kuat saat resepsi pernikahan.
 
Potong centung dilakukan oleh seorang perias pengantin, membersihkan bulu-bulu kalong atau bulu-bulu halus calon pengantin perempuan yang tumbuh di sekitar kening, pelipis, tengkuk dan leher. Centung menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti ujung rambut pada rambut (pendek) yang berikat.
 
Sebelum proses potong centung dilakukan, ada sebuah upacara kecil yang intinya adalah serah terima tanggung jawab dari Tukang piare atau perawat  pengantin ke tukang rias.
 
Tukang rias pengantin membuatkan centung (potongan centung) pada rambut di kedua sisi pipi dengan menggunakan uang logam untuk menjepitnya agar pengantin selalu mendapat keberkahan dan keselamatan.
 
Dalam prosesi potong centung ini tuka rias pengantin memotong dan merapikan rambut cabang sedemikian rupa hingga membentuk lekukan yang artistik. Kemudian dilanjutkan dengan proses mewarnai kuku calon pengantin pengantin dengan daun pacar Cina yang akan memberi warna merah kejinggaan.
 
Setelah itu, si wanita akan didandani dengan riasan tipis dan pakaian ala None Betawi. Malam jelang hari pengantin ini calon pengantin wanita akan menerima nasihat dan wejangan sebagai bekal kehidupan rumah tangga.


QUOTES

“Manusia tanpa cita-cita adalah mati. Cita-cita tanpa kerja adalah mimpi. Idaman yang menjadi andalan adalah kebahagiaan.”
- Ali Sadikin -
Gubernur DKI Jakarta 1966 - 1977
“Emang rejeki kagak kemane, tapi kalo lo gak kemane-mane mana mau dapet rejeki.”
- H. Benyamin Sueb -
Seniman Betawi