Ziarah Kubur Tradisi Masyarakat Betawi

Masyarakat Betawi dikenal sebagai masyarakat tradisionalis, religius dan kental dengan nuansa Islam. Salah satunya adalah tradisi ziarah atau jarah kubur. Hal ini tercermin pada saat memasuki bulan suci Ramadan. Bagi masyarakat Betawi, momen ini memiliki arti yang sangat penting.

Biasanya seminggu sebelum Ramadan, masyarakat Betawi pada umumnya melakukan tradisi ziara kubur, mendoakan para orang tua dan keluarga yang telah meniggal dunia. Kegiatan ziarah kubur ini menjadi rutinitas pada masyarakat Betawi.

Bukan hanya menjelang bulan Ramadan saja, tapi di waktu-waktu lain juga seperti bulan Zulhijah, Muharam, Rajab, serta bulan Syawal (menurut penanggalan hijriah). Bagi masyarakat Betawi ziarah dipandang sebagai salah satu aktivitas sosial keagamaan, dimana orang-orang yang berziarah dapat memberikan doa yang kepada orang yang sudah meninggal.

Sebelum mendoakan biasanya masyarakat Betawi membersihkan dahulu makam yang diziarahi, selain itu, setelah membaca doa mereka tak lupa untuk menaburkan bunga di atas makam.



QUOTES

“Manusia tanpa cita-cita adalah mati. Cita-cita tanpa kerja adalah mimpi. Idaman yang menjadi andalan adalah kebahagiaan.”
- Ali Sadikin -
Gubernur DKI Jakarta 1966 - 1977
“Emang rejeki kagak kemane, tapi kalo lo gak kemane-mane mana mau dapet rejeki.”
- H. Benyamin Sueb -
Seniman Betawi