02-07-2021

Museum Tekstil Jakarta

profile mustek

Museum tekstil Jakarta memiliki 2 gdung pameran utama yaitu gedung Pameran Tetap dan gedung Pameran tidak tetap atau kontemporer .Gedung pameran kontemporer menempati Gedung utama dimana Gedung Museum Tekstil  dibangun pada akhir abad ke 19 sebagai rumah tinggal warga berkebangsaan Perancis.  Kemudian dibeli oleh Konsul Turki bernama Abdul Azis Al Mussawi Al Katiri. Tahun 1942 dibeli oleh warga Belanda DR. Karel Christian Cruq. Pada masa perang kemerdekaan tahun 1945, Gedung Museum Tekstil digunakan sebagai Markas Pemuda Barisan Pelopor dan Barisan Keamanan Rakyat (BKR). Pada tahun 1947 dibeli oleh warga Cina Lie Sion Pin kemudian dibeli oleh Departemen Sosial RI pada tahun 1952, dan pada tahun 1976 diserahkan kepada Pemda DKI sebagai Museum Tekstil Jakarta yang diresmikan pada tanggal 28 Juni 1976 oleh Ibu Tien Soeharto. Saat Ini Museum Tekstil Jakarta di bawah Pengelolaan UP. Museum Seni Rupa Jakarta, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. Sedangkan untuk pameran tetap menpati ruang dari Galeri Batik. Galeri ini diresmikan pada tanggal 2 Oktober 2010 dalam rangka meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kain batik. Galeri yang dikelola langsung oleh Yayasan Batik Indonesia ini sendiri berisi berbagai macam koleksi batik yang terdapat di Indonesia seperti batik dari Sumatera, Jawa barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. Selain berbagai koleksi kain batik, terdapat pula bahan perwana batik alami, motif-motif cap batik, tata cara proses membatik dan berbagai macam interior-interior yang bermotif batik seperti tempat tidur, furniture, topeng & wayang golek.