Arsitektur Masjid Jami Angke jadi Simbol Kerukunan Antaretnis

Masjid Al-Anwar atau lebih dikenal sebagai Masjid Jami Angke Tambora, Jakarta Barat Ternyata dirancang oleh seorang Muslim Tionghoa bernama Syekh Liong Tan. Makam sang arsitek pun berada di belakang masjid ini. Masjid Jami Angke yang dibangun tahun 1761, memiliki arsitektur unik dan bersejarah. Di setiap ornamennya menunjukkan simbol persatuan antaretnis, Hindu Bali, Belanda, dan China.
 
Perpaduan arsitektur di masjid tersebut merupakan gambaran antarentnis yang zaman dahulu tinggal di sekitar wilayah tersebut. Atap masjidnya arsitektur Hindu Bali dan China, pintunya ukiran bunga Hindu Bali, pilarnya juga perpaduan Belanda dan China.
 
Di atapnya ada seperti nanas, itu simbol kerukunan. Bangunan yang sekarang menjadi cagar budaya tersebut dahulunya merupakan tempat untuk berembug dan merancang strategi perang melawan penjajah. Pada zaman dahulu, terjadi tragedi Angke di mana Belanda membantai etnis Tionghoa akibat keterpurukan ekonomi dan perdagangan.
 
Sebagian etnis Tionghoa kemudian melarikan diri ke Kampung Angke dan dilindungi penduduk asli di sana. Seiring berkembangnya warga yang memeluk Islam, kebutuhan rumah ibadah menjadi pertimbangan.
 
Beberapa puluh tahun lalu, masjid tersebut memiliki warna dominan merah dan emas yang menunjukkan adanya akulturasi budaya Tionghoa di lingkungan itu. Namun pada 2017, ahli konservatori cagar budaya menyarankan agar bangunan Masjid Jami Angke tetap seperti bentuk aslinya hingga akhirnya sekarang dominan dengan warna natural dinding putih dan cokelat dari kayu jati.
 
Warga sekitar Masjid Jami Angke ini pun kebanyakan merupakan etnis Tionghoa. Sehingga warga di sana punya tradisi unik ketika Imlek seperti berbagi kue-kue. Setiap kali Imlek tiba, banyak warga etnis Tionghoa yang lalu lalang di pemukiman sekitar masjid. Untuk berkunjung ke sanak saudara mereka.
 
Saat momen Imlek itu tiba, tak jarang warga asli Angke membantu mengatur parkiran mobil. Serta menyediakan jasa ojek paying kala hujan tiba. Namun di tengah pandemi Covid-19 begitu sepinya perayaan Imlek tetangganya di sekitar Masjid Jami Angke.


QUOTES

“Manusia tanpa cita-cita adalah mati. Cita-cita tanpa kerja adalah mimpi. Idaman yang menjadi andalan adalah kebahagiaan.”
- Ali Sadikin -
Gubernur DKI Jakarta 1966 - 1977
“Emang rejeki kagak kemane, tapi kalo lo gak kemane-mane mana mau dapet rejeki.”
- H. Benyamin Sueb -
Seniman Betawi