Melihat Sejarah Berdirinya Gereja Ayam Pasar Baru

Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Pniel atau lebih dikenal dengan GPIB Pasar Baru merupakan bangunan gereja tua di Jakarta yang belum lama ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya. GPIB Pniel juga dikenal sebagai Gereja Ayam dijadikan bangunan cagar budaya berdasarkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta nomor 2792 tahun 2015.
 
Arsitektur gereja ini dirancang oleh Ed Cuypers dan Hulswit. Gereja ini dibangun antara 1913 dan 1915 dan mulanya diberi nama Gereja Baru. Julukan Gereja Ayam diberikan karena di atap gereja ini diletakkan sebuah arah mata angin yang dibuat berbentuk ayam.
 
Arsitek Cuypers dan Hulswit memugarnya dengan menggunakan perpaduan gaya Italia dan Portugis dan memperluasnya sehingga dapat menampung hingga 1.500 orang jemaat. Hingga kini interior bergaya Eropa klasik ini masih bertahan. Kursi, mimbar dan perlengkapan lainnya yang terbuat dari kayu jati masih tetap dipertahankan sejak masa kolonial Belanda, meskipun organ pipanya sudah diganti pada awal 1990-an.
 
Menyimpan Alkitab Tua Berbahasa Belanda
Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Pniel memiliki sejumlah benda bernilai sejarah tinggi. Satu di antaranya adalah Alkitab tua yang tebalnya lebih dari 20 cm dan diperkirakan berumur satu abad. Alkitab bersampul kayu ini konon hanya ada dua di dunia dan didatangkan dari Belanda. Selain itu benda bersejarah lainnya adalah bejana baptis yang terbuat dari perak bermotif.
 
Dikutip dari Liputan.com, menurut salah satu pengurus gereja, selain kitab tua, gereja ini juga memiliki jam antik yang menggerakkan lonceng untuk memulai ibadah di gereja. Untuk dapat melihat jam tua harus menaiki tangga terjal setinggi lebih dari 10 meter. Jam yang digerakkan secara manual ini telah rusak sejak 25 tahun lalu. Hingga kini, jam bersejarah itu belum diperbaiki karena biaya perbaikan yang cukup besar dan harus dikirim ke Belanda. Gereja juga mempunyai kaca jendela yang khusus didatangkan dari Belanda dan masih dipertahankan hingga kini.
 
Satu lagi yang unik di gereja ini adalah simbol berupa ayam atau hunces kereg. Pembuatan simbol ini diilhami oleh salah satu ayat dalam Injil yang mengisahkan penyangkalan Yesus oleh muridnya, Petrus, sebanyak tiga kali sebelum ayam berkokok. Simbol ini juga untuk mengingatkan umat Kristen untuk tak menyangkal Tuhan.
 
Semula, gereja Pniel hanya kapel yang dibangun sekitar akhir abad ke-19. Gereja ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan beribadah penghuni panti jompo yang dibangun pemerintah Belanda. Pada 1913, bangunan gereja diperluas dan selesai pada 1915. Hingga saat ini, renovasi maupun pemeliharaan gereja ditanggung sepenuhnya oleh umat dan donatur. Renovasi sederhana dilakukan setiap tahun agar umat lebih nyaman beribadah saat perayaan Paskah atau Natal.


QUOTES

“Manusia tanpa cita-cita adalah mati. Cita-cita tanpa kerja adalah mimpi. Idaman yang menjadi andalan adalah kebahagiaan.”
- Ali Sadikin -
Gubernur DKI Jakarta 1966 - 1977
“Emang rejeki kagak kemane, tapi kalo lo gak kemane-mane mana mau dapet rejeki.”
- H. Benyamin Sueb -
Seniman Betawi